When Chocodot Goes International…

11May11

Halo, ini akan menjadi posting terakhir dalam mata kuliah CI saya. Tapi bukan berarti saya akan berhenti menulis. Baiklah, untuk postingan terakhir ini saya akan membahas tentang produk lokal Indonesia yang akan saya kutak-katik business model-nya agar bisa bersaing di kancah perdagangan internasional. Produk apa yang akan saya pilih??

What is Chocodot?
Chocodot adalah oleh-oleh khas Garut yang sedang booming. Karena keunikannya, dodol dalam bentuk cokelat dan diberi aneka rasa. Seperti yang sudah banyak orang tahu bahwa Garut terkenal dengan dodolnya. Kini, hadir Chocodot yang langsung menggebrak pasar dan sangat dinikmati, telat sedikit saja, sudah kehabisan.

Chocodot dikemas dalam berbagai bentuk dan rasa. Ada yang dikemas dalam bentuk besek kecil warna-warni sehingga menarik minat pembeli dan rasanya pun beraneka ragam seperti cabe, raspberry, apel, mangga, bajigur dan lain sebagainya. Ada juga yang dikemas dalam bentuk white chocolate atau Van Java chocolate dengan rasa beras cikur, bajigur atau bandrek.

Chocodot dengan Aneka Kemasan

Harga chocodot ini berbeda-beda tergantung kemasannya

  • Chocodot besek, harganya Rp.12.000/buah, pilihan rasa : cabe, raspberry, apel, mangga, bajigur, dll
  • Chocodot white chocolate (kotak besar), harganya Rp.12.000/buah
  • Chocodot Van Java chocolate (kotak persegi panjang), harganya Rp.8.000/buah, pilihan rasa : bandrek, beras cikur, bajigur.

Menikmati cokelat dodol dengan rasa cabe, ada manisnya, ada pedasnya, unik ya. Chocodot Van Java yang beras cikur juga enak, kerasa geruntul-geruntul beras cikurnya, sedikit tips : jangan di-emut, langsung dicacah aja dalam mulut biar kerasa.

Why Chocodot?

Chocodot terbuat dari bahan dasar chocolate bar dan dodol Garut. Harus diakui hampir semua orang menyukai cokelat. Dari anak kecil sampai orang dewasa. Cokelat adalah sebuah cemilan yang memilik banyak manfaat. Ketika kita mendeskripsikan cokelat, yang terlintas memang enak. Bagaimana dengan isi? Rasa cokelat apakah yang pernah anda coba? Mungkin raisin, fruits, mint, wafer, choco chip sudah pernah anda cicip. Bagaimana dengan dodol? Terbayangkah?

Dodol adalah komoditi terbesar di Garut. Dodol telah terkenal dan digemari oleh banyak turis yang berkunjung ke Indonesia, terutama ke Garut. Menurut mereka, dodol merupakan sebuah cemilan yang sangat enak dan tidak bisa ditemukan di negaranya.

Chocodot adalah perpaduan antara kedua cemilan favorit. Perpaduan unik ini merupakan inovasi dari pengusaha kecil di kota Garut. Dodol memang terkenal dengan rasanya yang manis, maka dari itu dengan campuran cokelat terbaik anda tidak perlu khawatir lagi dengan manisnya dodol karena cokelat dark yang kaya antioksidan malah akan memberikan efek positif terhadap kesehatan jantung anda.

Innovation and Business Model of Chocodot

Saat ini penjualan dan pemasaran Chocodot hanya kecil-kecilan dan tidak memiliki tempat untuk memasarkan Chocodot sendiri. Nah berikut inovasi yang saya ajukan:

Chocodot World

Meskipun dodol sudah tak terdengar asing bagi sebagian besar orang non-Indonesia, namun pasti masih ada yang belum tahu apa dodol itu. Maka untuk memasuki market baru yang mayoritas orangnya belum tahu apa itu dodol, maka harus ada inovasi baru untuk menjual produk chocodot ini. Tidak bisa hanya asal jual di supermarket, karena konsumen tidak akan mengetahui apa beda produk chocodot ini dengan produk cokelat pada umumnya.

Chocodot World adalah tempat dimana orang dapat membeli produk Chocodot sekaligus bisa melihat proses pembuatan chocodot. Disini, para konsumen yang datang bisa ikut mencoba bagaimana membuat dodol. Dunia chocodot ini dilengkapi dengan dekorasi menarik dan juga memberi edukasi tentang apa itu dodol serta kota penghasilnya, Garut. Di dalam sini, orang-orang akan seperti sedang berjalan-jalan ke kota Garut tempat chocodot ini pertama dibuat. Tidak hanya itu, di Chocodot World anda bisa menikmati chocodot buatan anda sendiri. Menarik bukan?

Business Model

Value Preposition

“Delivering new experience of eating chocolate bar from the very best Indonesian ingredients.” – Chocodot

Dari statement ini, kita bisa lihat kalo si Chocodot ini punya komitmen untuk memberikan yang terbaik kepada pembelinya dengan bahan asli Indonesia. Chocodot juga membawa kekhasan Indonesia dari isi cokelat berupa dodol, bandrek, dll (yang biasanya raisin atau almond) dan membantu mempopulerkan Indonesia yang sebenarnya kaya akan produksi kakao-nya. (selanjutnya akan dijelaskan di core capabilities)

Target Customer

Siapapun berhak mengunyah Chocodot. Chocodot tersedia untuk bocah hingga kakek nenek yang menderita sakit jantung atau kolesterol. Untuk anak-anak, ada produk milk chocolate yang bisa menambah nutrisi melalui kandungan susunya. Untuk kakek nenek atau penderita penyakit ada dark chocolate dengan dodol yang no sugar yang aman untuk kesehatan. Secara keseluruhan market chocodot ini luas untuk berbagai umur, namun untuk lebih mengerucut pecinta cokelat adalah target customernya.

Core Capabilities

  1. Indonesian Fine Chocolate – Pasti gatau kan kalo Indonesia itu adalah penghasil kakao terbesar ke 3 di dunia. Dan rasanya ga kalah uenaaknya sama produksi Swiss. Nah dengan ini, chocodot dapat diproduksi menerus karena akses untuk mendapatkan cokelatnya mudah dan lebih murah dibanding harus mengimport dari negara lain.
  2. Rasa Khas Indonesia – Chocodot tersedia dengan rasa yang unik. Bahkan tidak umum dipadankan dengan cokelat yang diproduksi asing. Contohnya: cokelat rasa cabe, cokelat rasa bajigur, dan lainnya. Ini adalah ke-khasan milik Indonesia yang tidak tersaingi oleh produsen lain.
  3. Bahan pembuat Dodol Terbaik – Pengusaha dodol sangat banyak di Indonesia, terutama di Garut. Pekerja yang dimiliki telah mencukupi untuk memproduksi chocodot. Kemudian bahan-bahannya yang asli dari Indonesia juga cukup mudah didapat sehingga tidak ada kesulitan untuk produksi chocodot.
  4. Memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia) – Untuk dapat membawa chocodot ke kancah internasional, maka dibutuhkan standar yang dapat menembus peraturan impor makanan di negara-negara lain. Untuk lebih baik maka sebaiknya cocodot juga memenuhi standar makanan internasional seperti FDA (Food & Drug Agency).

Partner Network

  1. UKM
  2. Menteri Perdagangan Indonesia
  3. Pemerintah
  4. Kedutaan Besar di Negara tempat Ekspansi
  5. Shipping Corporation (FedEx, etc)

Tanpa adanya dukungan dari kedua aspek tersebut, maka sulit bagi Chocodot untuk maju bertarung ke luar Indonesia. UKM akan memacu terus kinerja dan inovasi dari Chocodot sehingga dapat selalu menjadi produk yang lebih baik.

Distribution Channel

Untuk distribusi barang chocodot, maka kami akan bekerja sama dengan wholesaler/supermarket besar di negara terkait. Selain itu, Chocodot World juga merupakan pusat distribusi chocodot yang tidak hanya bersifat sebagai tempat penjualan produk saja melainkan pusat edukasi serta tujuan wisata.

Customer Relationship

Untuk pembeli setia, maka akan diadakan program khusus seperti discount dan opportunity untuk dapat membuat chocodot gratis di Rumah Chocodot. Selain itu, ada sebuah komunitas bernama Teman Dodol. Apa teman dodol itu? Teman Dodol adalah komunitas dari pecinta dodol. Nah komunitas ini akan membantu kami dalam inovasi produk. Dengan adanya komunitas ini, maka dodol asli Indonesia akan semakin semarak di kancah cemilan di dunia ini.

Cost Structure

  1. Production Cost
  2. Labor Cost
  3. Shipping Cost
  4. Penetration Cost (include tax, etc)
Nah untuk mempersiapkan chocodot untuk go international, pastinya biaya akan meningkat. Terutama dari segi production cost karena pabrik harus banyak diperbaiki dan di upgrade mesin-mesinnya sehingga layak untuk memproduksi barang ekspor.

Revenue Streams

Pendapatan akan didapat melalui penjualan dari setiap bar Chocodot di dalam dan luar Indonesia. Untuk ke depannya, kami akan mengadakan franchise agar produk Chocodot semakin mudah di dapat dimanapun. Maka revenue akan bertambah dari biaya franchise.

Conclusion

Nah intinya dengan persiapan matang melalui proses produksi yang ditingkatkan mutunya dan inovasi dari penetrasi market maka dapat dipastikan chocodot akan mampu bersaing dengan produk cokelat yang pada umumnya berisikan buah atau raisin semata. Dengan berkembangnya produk ini di kemudian hari diharapkan akan membawa dampak positif terhadap Indonesia dan pemerintah Indonesia akan semakin concern kepada usaha kecil menengah seperti produsen chocodot ini. Kami akan terus berinovasi untuk kemajuan produk2 usaha kecil menengah. Suksesnya produk ini akan membuktikan bahwa produk asli Indonesia tidak kalah baik mutunya dibandingkan dengan produk import. Maka itu, cintailah produk Indonesia!

Advertisements


5 Responses to “When Chocodot Goes International…”

  1. Nyasar ke blog ini. Ah gila lah Via, great post! Pengen bisa nulis yang keren2 begini, hehehehe.

    • Hehe ayo Echa mulai menulis lagi. Seru lho 🙂 Oh iya, cobain Chocodot yang rasa cabe gih, lg di Garut kan? :p

  2. so nice…… thank for liviaardelia…….

  3. 4 fauzan

    wahh… q penen nich!
    v penen bli y org yg lg pkl dctu..
    yg lg kerja..

  4. wah keren uyyy
    ya,,, semoga terlaksana dan memembus pansa pasar internaional


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: