New way of thinking: Design thinking

26Mar11

Pasti temen-temen udah pada tau kan sama film ini? Ya, film ini adalah film yang beritanya heboh banget di kalangan anak-anak ITB bahkan anak-anak Indonesia. Awal kenapa film ini heboh duluan di kalangan mahasiswa ganesha adalah tak lain karena film ini ternyata adalah produksi dari insan LFM (Lembaga Film Mahasiswa ITB). Siapa sih insan kreatif di balik film yang menggebrak belantika perfilman Indonesia ini???

Nah ini dia si sosok kreatif di balik kreasi film cin(t)a. Adi Panuntun. Mas Adi ini dikenal sebagai design thinker melalui karya video mappingnya di Museum Fatahillah. Dalam kuliahnya Senin lalu, Kak Adi fully explains about what design thinking is. Design thinking adalah hal yang membedakan seorang designer dengan engineer. Engineer adalah orang yang bekerja menjawab fungsi dan mengaplikasikan pemikiran designer. Pola pikir mereka dikenal dengan analytical thinking. Designer adalah orang yang menjawab people interest dengan melibatkan seni pada pola berpikirnya, yang lebih dikenal dengan design thinking.

Mas Adi bilang kalo design thinking itu sangat dibutuhkan dalam proses berinovasi. Tapi muncul beberapa kendala ketika kita mau memulai berpikir secara desain. Salah satunya adalah takut salah, takut orang ga suka, dan lain-lainnya. Emang iya sih, bahkan hal2 itu juga kerap terpikir di benak saya ketika akan membuat sesuatu. Dalam tugas Mas Adi yang meminta kami para mahasiswa menggambar wajah beliau berakhir dengan kesimpulan, “ga usah takut salah atau segala apapun dengan takut ketika kita berkreasi. Tunjukkin, keluarin semuanya yang ada di kepala kita. Just do it!”

Mas Adi ngasih kita beberapa contoh hasil pemikiran orang2 gila dengan pemikiran2 gilanya. Siapakah mereka?

Tirto Utomo dengan gagasannya membotolkan air minum awalnya merupakan ide konyol bagi orang2. Di benak orang2, air minum dapat diperoleh di manapun. Tanpa perlu beli di dalam kemasan. Sosrodjojo pun seperti itu, beliau secara tidak langsung telah mengubah kebiasaan minum teh orang Indonesia yang lazimnya dengan cara menyeduhnya terlebih dahulu dengan air panas. Dan kalau ingin menikmatinya dalam sensasi dingin, harus ditambah es batu. Namun dengan teh botol sosro, dengan membeli seharga 2500 tanpa ba-bi-bu kita sudah dapat menegak kesegaran dari teh alami (kaya promosi gue). Nah, dilihat dari pengalaman dua orang hebat ini, emang sih kayanya pemikiran yang breaktrough itu awalnya susah diterima oleh masyarakat luas, cenderung dibilang aneh dan kerap dicemooh dan diejek. Tapi, keteguhan hati dan pikiran merekalah yang membawa mereka kepada kesuksesan yang sustainable hingga saat ini.

Nah gimana sih proses design thinking itu?

Design Thinking Process

Nah kita akan bahas satu-satu.

  • Observe pada tahap ini, kita screening untuk tau maunya konsumen
  • Synthesize disini, kita mencari unstated needs
  • Braindstorm pada tahap ini, kita dituntut untuk mengeluarkan seluruh ide-ide dan pemikiran untuk
    menghasilkan solusi.
  • Vote nah, dari ribuan ide yang ter-generate, cuma satu yang akan dipilih. Tahap ini seperti seleksi, namun tahap ini bukan hanya mempertimbangkan bagus atau menariknya sebuah idemelainkan menggunakan ketentuan desirable, viable dan feasibility.
  • Prototype tahap ini adalah tahap membuat contoh nyata dari pemikiran kita untuk di tes market.
  • Story-tell di tahap terakhir ini kita diharuskan menceritakan hasil kita agar banyak orang yang tau dan tertarik dengan hasil pemikiran kita.

Nah percuma kalo ngomongin teori aja. Sekarang saatnya kita coba praktekin!

Ya beginilah ketika spidol papan tulis harus dikaitkan dengan sebuah apel. Hmm, ini adalah sebuah spidol kesehatan. Apel seperti yang dikatakan mbah wiki memiliki arti yang berkaitan dengan knowledge. Memang spidol papan tulis ini erat kaitannya sama ilmu. Karena secara ga langsung, guru mentransfer ilmu mereka pada siswanya melalui spidol ini. Tapi inovasi kapur menjadi spidol ternyata bukan inovasi yang sempurna. Kenapa? Ternyata ya bau yang keluar dari si marker ini tuh ga baik buat kesehatan. Nah pasti kalian semua tau kan apel tuh punya banyak manfaat yang tentunya baik untuk kesehatan. Naaaahhh, simsalabim! Mari kita gabungkan dua benda ini menjadi Apple iMarker!

Apple iMarker adalah inovasi spidol dimana memiliki kelebihan yang bermanfaat untuk kesehatan. Wangi yang keluar ketika membuka spidol ini adalah wangi apel. Ketika kita menggenggam spidol ini, secara otomatis meresap segala zat2 yang terkandung pada apel dan tertransfer ke tubuh kita. Selain itu, ketika menggunakan spidol ini jangan takut kita akan misspelling atau kurang huruf saat menulis. Karena Apple iMarker ini akan berbunyi ketika kita melakukan kesalahan dalam penulisan ataupun grammar. COOL yah!

Next, saya akan memaparkan perbedaan dari dua sudut pandang berbeda terhadap suatu future issue pada retail marketplace. Kelompok pertama adalah Traditional Business Strategy, dan yang kedua adalah Innovation and Design Class. Apa sih bedanya?

  • Traditional Business Strategy Pola pikir orang-orang ini based on trend. Mereka cenderung menggunakan pemikiran dan data analitis. Mereka cenderung kaku (karena terplanning dengan baik), objektif, fokus pada satu konsep, rasional, dan berujung ke one best solution. Hal yang menjadi pertimbangan disini untuk menentukan best solution adalah hal numerik dan kelogisan.
  • Innovation and Design Class Sedangkan dalam kelompok ini, pola pikir cenderung lebih langsung kepada konsumen. Mereka langsung approach kepada user atau calon user yang akan menggunakan produk mereka sehingga hasil research yang diperoleh lebih beragam, subyektif, social constructed, namun lebih real terhadap experience. Proses ini tidak mengusung best solution pada akhirnya, melainkan better solution. Jadi, tidak hanya terpaku pada satu hasil terbaik. Semua ide ditampung dan dapat menjadi perbaikan demi perbaikan ke depannya. Hal ini dilakukan oleh Steve Jobs dalam usahanya mengembangkan produk-produk Apple. Produk Apple hampir tidak pernah kita temukan pada grafik penurunan, setiap produk Apple mencapai titik mature pada diagram life cycle, Steve Jobs telah siap dengan inovasinya untuk menggagalkan tahap mature dan membuatnya grow kembali. Being better better and better.

Ya ini  lah hasil tulisan blog saya yang tanpa terasa telah mencapai kata ke-seribu. WOHHH. Terpanjang dalam sejarah deh kayanya. Intinya seru bgt deh kuliah guest lecture kali ini. Mudah2an ke depannya makin banyak lagi insan yang dateng ke kelas CI untuk menginspirasi anak-anak kreatif inovatif asuhannya pak Apiq dan kak Bayu. Keep creative, semangat kreatif, semangat TA! HAHA. Bye!

Advertisements


No Responses Yet to “New way of thinking: Design thinking”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: